The sun like a gong

The gong scything the memory of your dreams

Your dreams contained within an umbrella

The umbrella opens its stem of roses

Roses are Fred, violets are Drew

Drew with the Indians, won against the Red Sox

The Red Sox of your concupiscence

Concupiscent as a plum blossom

A plum blossom parachuting in the East Wind

The East Wind hot as a eunuch’s breath

The breath as an instrument of meaning

Meaning like a drop shot into the net

The net of your existence

Existence as non-existence

As non-existent as the palm at the end of a cheese rind

The mind garrots through a delta, not the Irrawaddy

The Irrawaddy of a peace accord

Accord me the recognition as befits me, a neck of state

A state bordering on madness

Madness like a sewing machine

A sewing machine : the way you look at me

The way you look at me = a slab of granite

Granite, the infinity of your grit

The grit of the mill

The mill of the floss

The FLOSS of your heart

The heart as a factory

The factory pumping blood into the eddy

The eddy runs into the ocean

My ocean runs in your eddy

The Eddy Merckx of politics

Politics as vol de nuit

Le vol de nuit of Hitler’s ambition

The ambition knifing into you

You like me

 

*”There is no such thing as a metaphor of a metaphor. One does not progress through metaphors.” - Wallace Stevens, From the Notebooks.

the brain works by association
how did i brave this year’s mid-monsoon
was there a slow-hand anthem for a girl you knew from a forum

we all wait behind a black totem
for time to unravel its chainstitches
prepare yourself for warts and all

it was always the job, the serrated edges of a pub steak meal
no more baby talk
we are in thrall with suburbia

i admire the peony of your suffering
the tiny wings on your ankles have been clipped
the morning papers’ headlines written in invisible ink

perhaps in little crevices
a prayer is hammered out, somewhere
your face contorted into a grin
measuring the waves

Courtney Sina Meredith

terjemahan oleh Mikael Johani

 

Gaun 3 Euro di K Road

katun hitam tanpa beha.

 

Musuh bebuyutanku di ujung jalan

sementara laki laki yang menggenggam tanganku tadi malam

menambahku jadi teman di Facebook.

 

Kota ini telah menjadi tubuh yang lain

kulit yang membentang seperti kolam renang

kuterjun dan kucium seutuhnya.

 

Apakah ini sebuah remake Star Trek murahan

dibintangi empat juta tubuh

yang bergerak di frekuensi frekuensi yang berlainan?

 

Tak ada budak di ruang tamuku

hanya laki laki yang sedang menganggur dan karyawan call centre

bis hijau yang kembali dari Waitakere mengelupas aspal.

 

Aku mencoba mengerti CNN dan Assange

meskipun berita yang kudengar mengerikan seperti bor listrik dalam kelamin perawan.

 

Kutulis lirik untuk langkah tegap mereka

meski harus kukhianati egoku.

 

Aku melihat banyak hal

K Road telah tenggelam.

 

Sekarang tengah malam di Munich

jarak yang mereka ajarkan di sekolah

tak ada artinya lagi.

 

Tong sampah di seberang jalan

membeku di trotoar

selama aku pergi.

 

Seorang tentara berkaki telanjang

mengais sisa makanan di dalamnya tiap pagi. 

Nostalgia = Transcendence
Toeti Heraty

Nostalgia is transcendence,
yes, it’s another play on words
and foreign words at that
but everything is foreign now
everything is an illusion
let’s get back to nostalgia
it is also, a loss,
shadows in our memory
which have lost their terror,
irony has pillowed them

the present in flashback
who knows what’s going to happen …
what’s happening now - yesterday - tomorrow,
all taken care of
isn’t that transcendence?

Apa Itu Puisi
John Ashbery

Kota abad pertengahan, berhias uliran
Pramuka dari Nagoya? Salju

Yang turun setiap kali kita minta?
Bayangan-bayangan yang indah? Mencoba menghindari

Gagasan, seperti dalam puisi ini? Namun gagasan itu
Bagai istri, selalu kita sambangi kembali. Yang kita tinggalkan

Justru selingkuhan yang lebih menggoda. Sekarang mereka
Harus percaya

Seperti juga kita harus percaya. Selama sekolah
Semua pikiran kita rontok

Yang tersisa hanyalah sebuah lapangan kosong.
Tutup matamu, dan kau bisa meraba permukaannya sejauh bermil-mil.

Sekarang bukalah matamu tepat di depan sebuah jalan setapak tegak lurus.
Di ujung jalan itu ada—apa?—serangkai bunga?

you’re pretty as a shadow
a thin shroud
packed
in rays of neon

i took a flight of fancy
i broke the keel on my wild boat

your heels, lifted
off the ground

tempat berlindung di hari tua
saat sepi menutup mata

I will create the fabric of next year already

Discharge wabash, polka dots, stripes, moleskin, coloring + floral design in recent years

(wear excluded)

Until now, the famous pattern in old clothes were many,

but we will create a pattern that has become

like to look at the odds and ends

simply another this time

… I’m troubled still while I think at the discretion,

of going in the crystal-like hexagonal stripe + snow here or …

Orders in front of you,

while promotion, that next year,

I feel to look at it and study of the genre,

such as military and outdoor wear or even

I feel that it is connected to the product

made ​​it

like “!Cool me this” and “!Interesting”,

mind is the dance simply,

good stuff in my own and I wonder if I can

I received also today “original feel” 

Even ten years ago from now,

I do not appreciate that it was born

it is difficult even in ten years to age

very good

For me to be able to call people as “friends”

by attaching chest

the ground beneath your feet
is rarely solid
you go through states of deception
to make each experience
sound

seperti membaca rené char dan tidak mengerti tapi hatimu rasanya seperti diiris2. seperti menonton antonioni dan bertanya2 kenapa mereka harus copot baju begitu cepat tapi merasa panas sendiri juga dan mungkin kabut2 itu hanya supaya hati mereka tidak terlalu cepat terbakar. seperti membaca rené char lagi kedua kali dan mulai berpikir mungkin lebih baik mengiris2 hati sendiri daripada merasakan kesedihan yg seperti itu. seperti membaca surat2 wcw dan tidak mengerti bagaimana surat2nya untuk flossie bisa kedengaran sekaligus begitu mencintai tapi juga begundalan. seperti membaca stevens dan membayangkan begitulah orang bisa gila hanya karena kebosanan. seperti membaca stevens dan tahu dia hanya menulis puisi supaya tak harus ngobrol dengan istrinya. seperti malam itu aku ingin memelukmu saja tapi kita sedang main ayunan di taman dan banyak orang lagi main futsal. seperti malam itu di taxi sebenarnya aku hanya ingin berhenti bicara saja dan mencium rambutmu. seperti beberapa menit sebelumnya di rusun kebon kacang aku berjalan di belakangmu menuruni tangga dan aku ingin sekali bilang, stop, stop, aku tidak tahan. aku tidak tahan semua ini. seperti itu.

suatu malam, kulihat kau menenun matahari

tidak ada yang tahu, di balik air laut yang pelangi

ada rompi penyelamat yang kempes. oh, forget it

katamu, sambil memilin gelang gelang bambu

di dalam sebuah puisi ashbery, bisa ada sebuah mall

dan kaleng pomade yang memancarkan cahaya kota

namun di dalam koneksi kita yang sebatas sinyal wi-fi

hanya ada keinginan untuk mendekat yang makin lama makin pudar

balikkanlah waktu ke siang itu, pada puisi yang menggantung dari daun pohon kamboja

dan kolam renang yang mereduksi warna langit

apakah kita masih berdiri bersandingan di sana

mengayunkan tangan perlahan pada udara yang memisahkan kita berdua

o n de interwebz

th in gs are re —  leased in NO TIME

it’s     up TO YOU to pick thi ngs up     when YOU see fit

when the world inks in a TIME NO PLACE

just FOR YOU

no coming from be - hind

no playing CATCH-UP

with kvlt shadowz