ini merujuk ke semua review di rolling stone indonesia kecuali kadang2 (kalau space mengijinkan dan ide dan energi tidak terlanjur disedot victorialand.blogspot.com) review-nya wening gitomartoyo ?
menurut saya fungsi artikel review adalah untuk membuktikan bahwa penulisnya pintar. dalam artikel review, penulis adu keren sama pembaca dan penulis harus menang. kalau sebuah tulisan malah menggoblok2an si penulis, itu jadi effort yang sia2, walaupun memang gak mgkn memuaskan semua. tapi kayak tampang/muka, pintar itu relatif dan goblok itu mutlak (cantik itu relatif dan jelek itu mutlak). saya sebal sekali kalo baca artikel review musik/film/buku yg gak kelar. bilang jelek tp gak ada alesannya. bilang bagus cuma karena dia ala-ala indie.
apa yang saya harapkan dari sebuah artikel review biar gak cuman kayak fake orgasm:
- kalimat awal yang menohok
- deskripsi visual akan musik/film/buku yg direview. contoh: “menonton the departure terasa seperti ditenggelamkan pelan-pelan dalam air dingin”
- kredibilitas penulis: referensi dan komentar yg bersifat teknis.
- argumen: apa dan kenapa.
- konsistensi. jangan iya iya yang nggak nggak. harus ada iya yang gede bgt nggaknya kecil atau nggak yg gede bgt iyanya kecil
- quote dari musik/film/buku yang menegaskan argumen dan feel dr karya yg direview
- smash
kalau belum punya pendapat puguh dan udah mau nulis di media massa, siap2 aja dapet caci maki sana sini. termasuk cacian gak penting saya di sini.